7 Penyebab Tekanan Air dari Tandon Menurun

7 Penyebab Tekanan Air dari Tandon Menurun

Tandon penuh, tapi air dari kran hanya menetes pelan. Akibatnya, mandi jadi lama, mesin cuci malas mengisi air, dan lantai atas paling parah. Jika Anda mengalaminya, kemungkinan besar tekanan air tandon menurun karena satu atau beberapa sebab yang sebenarnya mudah Anda periksa.

Artikel ini membahas tujuh penyebab utamanya, lengkap dengan solusi yang bisa Anda coba sendiri. Selain itu, kita bahas kapan Anda benar-benar butuh pompa dan jawaban untuk pertanyaan yang paling sering muncul.

7 Penyebab Tekanan Air Tandon Menurun dan Cara Mengatasinya

Tekanan air dari tandon berasal dari gravitasi, jadi setiap hambatan di jalur pipa langsung terasa. Gejalanya bisa muncul bertahap atau tiba-tiba. Karena itu, catat kapan mulai terasa. Berikut tujuh penyebab yang paling sering terjadi:

  1. Posisi tandon terlalu rendah. Gravitasi adalah satu-satunya pendorong air, jadi tinggi tandon sangat berpengaruh. Menurut Penguin, tandon idealnya 7 meter di atas titik shower. Sementara itu, untuk keran saja, minimal 3 meter di atas keran tertinggi.
  2. Diameter pipa tidak sesuai. Pipa induk dekat tandon sebaiknya berdiameter besar, lalu mengecil mendekati keran. Sebaliknya, pipa yang lebih kecil dari lubang keluar tandon akan mencekik aliran, menurut Lucky Polytank.
  3. Pipa terlalu banyak belokan. Setiap belokan menurunkan tekanan sekitar 0,1 bar, kata Penguin. Karena itu, hindari jalur pipa berkelok hanya demi estetika.
  4. Endapan di tandon dan pipa. Lumpur, pasir, lumut, dan kerak bisa menyempitkan jalur air. Jadi, kuras tandon setiap 3 sampai 6 bulan dan bilas pipa secara rutin.
  5. Filter, keran, atau shower tersumbat. Saringan yang kotor menghambat aliran secara signifikan. Selain itu, keran yang sudah aus bisa menurunkan tekanan, menurut MPOIN. Bersihkan atau ganti komponen tersebut.
  6. Ventilasi tandon tersumbat. Sebab, saat air keluar, udara harus masuk menggantikannya. Namun, jika lubang ventilasi tertutup debu atau sarang serangga, aliran tersendat meski tandon penuh.
  7. Udara terjebak di dalam pipa. Orang sering menyebut kondisi ini masuk angin, dan biasanya muncul setelah tandon sempat kosong. Akibatnya, kantong udara menghalangi air menuju keran.

Kebocoran pipa juga bisa menurunkan tekanan secara drastis, menurut San-Ei. Jadi, jika ketujuh penyebab di atas sudah dicek tetapi masalah tetap ada, periksa sambungan pipa.

Cara Mengatasi Tekanan Air Tandon Menurun Tanpa Pompa

Cara Mengatasi Tekanan Air Tandon Menurun Tanpa Pompa

Sebelum membeli alat apa pun, coba dulu langkah gratis berikut. Semuanya bekerja tanpa listrik dan mengikuti urutan penyebab di atas. Selain itu, langkah 3 dan 6 hanya butuh beberapa menit, jadi mulailah dari sana:

  1. Naikkan posisi tandon. Pasang dudukan atau menara agar tinggi tandon memenuhi patokan 3 meter dari keran dan 7 meter dari shower.
  2. Rapikan jalur pipa. Pakai pipa induk berdiameter besar, kurangi belokan, dan kecilkan ukuran hanya di dekat keran.
  3. Bersihkan titik keluar air. Sikat saringan keran dengan perlahan, lalu bersihkan kepala shower dari kerak.
  4. Kuras tandon dan bilas pipa. Lakukan setiap 3 sampai 6 bulan, sesuai saran Penguin.
  5. Buka ventilasi tandon. Pastikan lubangnya bersih. Planet Tandon bahkan menyarankan pipa kecil sebagai ventilasi tambahan.
  6. Buang udara terjebak. Pastikan tandon penuh, lalu buka semua keran. Biarkan air mengalir sampai udara keluar, saran Sahabi Tandon.

Jika Anda sudah menjalankan semua langkah tetapi lantai atas tetap lemah, berarti Anda sulit menambah tinggi tandon. Saatnya mempertimbangkan pompa.

Kapan Anda Mulai Butuh Pompa Pendorong?

Jika tekanan air tandon menurun hanya di lantai atas, ketinggian biasanya jadi biang masalah. Rumah bertingkat yang mengandalkan gravitasi sering lemah di lantai dua atau tiga, menurut Tedmond Groups. Kalau Anda tidak bisa menaikkan tandon, Penguin menyebut pompa pendorong (booster) sebagai solusi efektif.

Anda memasang pompa ini setelah tandon, lalu pompa menyala otomatis saat Anda membuka keran. Namun, pompa juga butuh perawatan. Selain itu, pilih daya yang cukup. Menurut Klopmart, pompa yang kurang kuat membuat tekanan turun saat beberapa keran menyala bersamaan. Menurut Sahabi Tandon, pompa yang hidup-mati dalam interval singkat tanpa keran terbuka menandakan kebocoran. Selain itu, pressure switch yang rusak bisa membuat pompa tidak menyala sama sekali.

Bagaimana dengan trik lain, seperti memasang botol di keran? Cara itu tidak mengubah tinggi tandon atau hambatan pipa. Padahal, dua hal itulah yang menentukan tekanan. Jadi, fokuskan perbaikan di sana. Satu-satunya solusi tanpa listrik tetap yang bersifat fisik: naikkan tandon dan besarkan pipa.

Kenapa Tandon Penuh tapi Air Tidak Mengalir?

Kasus ini berbeda dari tekanan air tandon menurun, karena air berhenti total. Periksa tiga hal ini lebih dulu:

  • Stop kran di outlet tandon. Menurut Sahabi Tandon, tuas yang sejajar dengan pipa berarti terbuka. Sebaliknya, tuas melintang berarti tertutup.
  • Ventilasi dan udara terjebak. Ventilasi tersumbat bisa menghentikan aliran mendadak, kata Planet Tandon. Sementara itu, masuk angin biasanya muncul setelah tandon sempat kosong.
  • Listrik dan gangguan PDAM. Pertama, pastikan MCB pompa tidak turun. Setelah itu, tanyakan ke tetangga, karena gangguan bisa berasal dari sumber utama.

Untuk membuang udara, pastikan tandon penuh. Lalu buka semua keran, mulai dari yang terendah dan terjauh, dan biarkan air mengalir sampai udara keluar. Jika masalah berulang, periksa kebocoran pada pipa. Sementara itu, jika tandon tidak pernah terisi, curigai pelampung yang macet di posisi atas.

Baca Juga: Kapasitas Tandon Air yang Ideal Untuk 6 Orang

Sulit menaikkan tandon lama, atau isinya sudah penuh endapan? Pesan tandon air baru sekarang, lalu hubungi Dunia Tandon untuk konsultasi ukuran dan posisi pemasangan yang tepat.

Kesimpulan

Jika tekanan air tandon menurun, mulailah dari penyebab yang paling mudah Anda periksa. Daftarnya: tinggi tandon, ukuran pipa, belokan, endapan, saringan, ventilasi, dan udara terjebak. Hasilnya, Anda bisa memperbaiki sebagian besarnya tanpa pompa.

Namun, jika menambah tinggi tandon memang mustahil, pompa pendorong menjadi jalan keluar. Rawat juga tandon dan pipanya, karena kotoran akan terus mengulang masalah yang sama. Mulailah hari ini dari ventilasi dan saringan, dua langkah paling cepat.