Pernahkah Anda melihat air keran keruh, lalu berbau apek? Biasanya, penyebabnya berasal dari tandon yang lama tidak bersih, sehingga kotoran ikut mengalir ke keran. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara membersihkan tandon air yang benar agar air tetap aman untuk keluarga.
Selain itu, tandon kotor menjadi tempat favorit lumut, endapan, dan jentik nyamuk. Karena itu, jadwal menguras tandon sebaiknya tidak Anda tunda. Selanjutnya, panduan ini mengulas langkah kerja serta tips perawatan yang mudah Anda ikuti sendiri.
Langkah Membersihkan Tandon Air Sendiri di Rumah
Sebenarnya, proses ini cukup sederhana, sehingga Anda bisa mengerjakannya sendiri tanpa tukang. Sebelum mulai, pelajari cara membersihkan tandon air yang benar lewat tujuh langkah berikut.
1. Siapkan Alat dan Perlengkapan Pengaman
Pertama, siapkan sikat bertangkai panjang, ember, selang, sabun cuci, serta sarung tangan dan masker. Selain itu, bawa tangga yang kokoh bila tandon berada di atas. Sementara itu, siapkan ember kosong untuk menampung lumpur dan kotoran yang terangkat. Dengan begitu, Anda bekerja lebih aman dan cepat.
2. Matikan Pompa dan Tutup Aliran Air
Sebelum menguras, matikan pompa air agar mesin tidak berjalan tanpa air. Setelah itu, tutup keran yang mengalirkan air masuk ke tandon. Akibatnya, tandon tidak terisi lagi selama Anda membersihkannya. Langkah ini wajib dalam cara membersihkan tandon air yang benar, sebab keselamatan Anda ikut terjamin.
3. Kosongkan Seluruh Air di Dalam Tandon
Selanjutnya, alirkan air lewat keran atau pipa pembuangan sampai habis. Sementara itu, manfaatkan air bekas untuk menyiram tanaman atau mengepel lantai. Namun, jangan pakai air ini untuk minum atau memasak. Sebab, air tersebut mungkin sudah menyimpan kuman dan kotoran.
4. Sikat Sisi Dalam dengan Bahan Pembersih yang Aman
Kemudian, sikat seluruh sisi dalam tandon hingga lumut dan lendir lepas. Pakai sabun cuci piring atau cuka putih, karena bahan ini lebih aman. Namun, jika lumut sangat tebal, Anda bisa memakai kaporit sesuai petunjuk kemasan. Sementara itu, jangan campur kaporit dengan cuka atau pembersih lain, sebab campuran itu menghasilkan gas berbahaya.
5. Bilas Sampai Bersih
Setelah itu, bilas tandon dengan air bersih hingga busa dan bau bahan pembersih hilang. Bahkan, Anda mungkin perlu membilas dua sampai tiga kali jika endapan banyak. Selain itu, buang air bilasan lewat pipa pembuangan agar lumpur ikut keluar. Dengan begitu, tidak ada endapan yang tersisa di dasar tandon.
6. Periksa Komponen dan Tutup Tandon
Lalu, periksa pelampung, keran, dan sambungan pipa agar tidak ada retak atau kebocoran. Jika ada bagian rusak, segera ganti sebelum Anda mengisi tandon. Selain itu, bersihkan bagian luar serta tutup tandon dari debu. Sebab, kotoran sering masuk lewat celah tutup yang longgar.
7. Isi Ulang Tandon dan Nyalakan Pompa
Terakhir, buka kembali keran pengisi dan biarkan tandon terisi sampai penuh. Setelah itu, nyalakan pompa dan perhatikan aliran airnya. Jika air masih keruh, tunggu beberapa menit lalu alirkan air awal itu keluar. Dengan begitu, air bersih siap Anda pakai kembali. Jadi, dengan urutan ini, Anda sudah menerapkan cara membersihkan tandon air yang benar tanpa bantuan tukang.
Tips Merawat Tandon Air agar Tetap Bersih Lebih Lama

Namun, membersihkan saja belum cukup. Sebab, perawatan rutin menentukan seberapa lama tandon tetap bersih. Karena itu, terapkan lima kebiasaan berikut sebagai pelengkap cara membersihkan tandon air yang benar.
1. Kuras Tandon Secara Berkala
Pertama, jadwalkan pengurasan minimal enam bulan sekali, sesuai saran Kementerian PUPR. Namun, jika lumut cepat tumbuh, percepat jadwal menjadi tiga sampai empat bulan sekali. Selain itu, air tanah yang berpasir atau kekuningan membuat Anda perlu menguras lebih sering. Agar tidak lupa, catat tanggal pengurasan di kalender ponsel.
2. Tutup Tandon dengan Rapat
Lumut tumbuh karena cahaya matahari masuk ke dalam tandon. Selain itu, celah terbuka mengundang nyamuk untuk bertelur. Oleh sebab itu, pastikan tutup selalu rapat setelah Anda memeriksa air. Bahkan, Kemenkes RI menganjurkan menutup tempat penampungan air lewat program 3M Plus.
3. Beri Naungan dan Pilih Tandon Kedap Cahaya
Selain menutup, lindungi tandon dari terik matahari dengan atap atau naungan. Namun, warna bukan satu-satunya penentu, karena ketebalan bahan ikut menentukan seberapa kedap cahaya. Jadi, pilih tandon yang kedap cahaya dan berlabel anti lumut saat Anda membeli. Akibatnya, tandon bertahan bersih lebih lama dan Anda menghemat tenaga.
4. Pasang Filter Sedimen
Selanjutnya, pasang filter sedimen pada pipa masuk bila sumber air membawa banyak pasir atau lumpur. Dengan begitu, endapan di dasar tandon berkurang dan Anda tidak perlu menguras terlalu sering. Sementara itu, ganti filter sesuai anjuran produsen supaya saringan tidak tersumbat.
5. Periksa Kondisi Tandon Setiap Minggu
Terakhir, cek tandon seminggu sekali untuk melihat warna air, bau, dan jentik nyamuk. Jika ada tanda kotor, segera kuras tanpa menunggu jadwal. Dengan begitu, cara membersihkan tandon air yang benar akan terasa ringan, karena kotoran tidak sempat menumpuk. Pemeriksaan singkat ini hanya butuh lima menit, namun manfaatnya besar.
Tertarik membeli tandon untuk kebutuhan proyek Anda? Ayo segera cari tahu harganya dan beli di Dunia Tandon sekarang juga melalui tombol whatsapp di bawah ini!
Baca Juga: Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Tandon Air Plastik dan Stainless Steel
Kesimpulan
Singkatnya, cara membersihkan tandon air yang benar meliputi pengurasan, penyikatan, pembilasan, dan pemeriksaan komponen. Selain itu, Anda wajib menguras tandon minimal enam bulan sekali dan menutupnya dengan rapat. Namun, jangan lupa memakai bahan pembersih yang aman, karena kaporit dan cuka tidak boleh bercampur. Dengan begitu, air di rumah tetap jernih, sehat, dan bebas jentik nyamuk. Sebab, tandon bersih membuat air lebih sehat untuk memasak, mencuci, dan mandi. Karena itu, mulailah menerapkan cara membersihkan tandon air yang benar akhir pekan ini. Jika tandon sulit Anda jangkau, panggil jasa profesional.

